Lintaswarta.co.id melaporkan, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, secara resmi membuka Rapat Kerja Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (16/7). Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya menyerukan kepada para gubernur untuk memperkokoh koordinasi antarwilayah, menjunjung tinggi integritas, serta mengimplementasikan gaya kepemimpinan yang transformatif. Hal ini krusial demi suksesnya program prioritas nasional dan peningkatan mutu layanan publik.
Mewakili pesan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, Bima Arya menggarisbawahi peran ganda gubernur sebagai pemimpin daerah otonom sekaligus perpanjangan tangan pemerintah pusat. Oleh karena itu, sinergi yang kuat dengan pemerintah kabupaten dan kota menjadi mutlak untuk menyelaraskan program-program strategis nasional. Bima juga menekankan pentingnya koordinasi rutin dengan bupati, wali kota, dan OPD, baik secara tatap muka maupun virtual, sebagaimana dicontohkan oleh Kemendagri sendiri dalam rapat koordinasi inflasi yang konsisten.
Selain koordinasi, Mendagri melalui Wamennya, mendorong para gubernur untuk memimpin langsung implementasi program kerja, terutama terkait efisiensi anggaran. Kepemimpinan ini tidak boleh didelegasikan sepenuhnya, melainkan harus terasa hingga level paling bawah. Integritas juga menjadi sorotan utama; para gubernur diharapkan menjadi panutan dalam mencegah praktik korupsi. Isu batas wilayah antar-daerah yang kerap menjadi kendala juga diminta untuk segera dituntaskan.

Related Post
Bima Arya turut mengingatkan agar Standar Pelayanan Minimal (SPM) tidak terganggu meskipun ada penyesuaian Transfer ke Daerah. Kinerja rendah harus dihindari, dan kualitas pelayanan publik wajib terus ditingkatkan. Di tengah kompleksitas tantangan, pemimpin daerah dituntut untuk bersifat transformasional, mampu berinovasi dan berkolaborasi demi perubahan positif.
Lima tantangan utama yang dihadapi kepala daerah saat ini meliputi dinamika geopolitik global, pengawalan program prioritas nasional, pemenuhan janji kampanye, perkembangan algoritma media sosial, dan mitigasi risiko hukum. Bima Arya berharap Ketua APPSI, Gubernur Kaltim, dapat menjadi inspirasi bagi praktik terbaik kepemimpinan transformatif. Terakhir, Wamen juga menekankan pentingnya fokus pada pertumbuhan ekonomi, mengutip Robert E. Lucas Jr. bahwa pembangunan sejati tidak hanya investasi fisik, melainkan juga penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, dan inovasi.
Rapat kerja ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Kalimantan Timur sekaligus Ketua Umum APPSI, Rudy Mas’ud, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, serta para gubernur atau perwakilan dari berbagai provinsi, bersama pengurus dan dewan pakar APPSI.







Tinggalkan komentar