AS Mencekam! Trump Dievakuasi dari Penembakan Brutal!

Harimurti

Lintaswarta.co.id melaporkan, insiden penembakan yang menggemparkan terjadi di Washington, D.C., memaksa Presiden Donald Trump dievakuasi dari acara makan malam koresponden Gedung Putih. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam (26/4/2026) ini segera memicu gelombang kecaman dan solidaritas dari berbagai penjuru dunia, menyoroti kerentanan keamanan di tengah pertemuan penting yang dihadiri ratusan pejabat dan jurnalis.

Menurut laporan, seorang pria bersenjata berhasil menembus pos pemeriksaan keamanan di luar ruang dansa tempat gala media tahunan tersebut. Agen Secret Service AS dengan sigap melumpuhkan pelaku dengan tembakan, namun seorang agen dilaporkan terluka dan kini dalam masa pemulihan. CBS News menyebutkan, terduga pelaku secara spesifik menargetkan pejabat pemerintahan Trump. Acara berprofil tinggi itu turut dihadiri oleh Ibu Negara Melania Trump dan Wakil Presiden JD Vance, yang semuanya dilaporkan selamat dari insiden tersebut.

AS Mencekam! Trump Dievakuasi dari Penembakan Brutal!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di dalam negeri Amerika Serikat, insiden ini memicu respons cepat dari para pemimpin politik. Ketua DPR Mike Johnson menyatakan dirinya dan keluarga "berdoa untuk negara kita malam ini." Senada, Pemimpin Fraksi Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, menegaskan bahwa "kekerasan dan kekacauan di Amerika harus diakhiri." Wali Kota Washington, D.C., Muriel Bowser, mengapresiasi respons cepat aparat keamanan dan memastikan tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain selain pelaku penembakan. Sementara itu, koresponden senior Gedung Putih Weijia Jiang, yang duduk dekat Trump, menyoroti pentingnya peran jurnalisme di tengah krisis dan rapuhnya kebebasan yang dijamin Amandemen Pertama.

COLLABMEDIANET

Solidaritas internasional mengalir deras, terutama dari sekutu dekat AS. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menegaskan dukungan penuh negaranya kepada Amerika Serikat dan Trump, mengutuk keras insiden tersebut dengan menyatakan "nol toleransi untuk kekerasan politik." Presiden Isaac Herzog juga menyampaikan keprihatinan sekaligus rasa lega atas keselamatan semua pihak. Perdana Menteri Australia Antony Albanese mengungkapkan kelegaannya atas keselamatan Presiden dan Ibu Negara. Senada, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa "kekerasan politik tidak memiliki tempat dalam demokrasi mana pun."

Kecaman juga datang dari negara-negara lain di berbagai benua. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menekankan bahwa "kekerasan tidak boleh pernah menjadi jalan keluar." Dari Asia, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengaku "sangat terkejut dengan insiden penembakan yang mengganggu" dan berharap Trump tetap aman. Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar menambahkan, "Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan, yang merupakan musuh diplomasi dan tidak dapat ditoleransi dalam masyarakat beradab mana pun." Perdana Menteri India Narendra Modi juga menegaskan bahwa "kekerasan tidak memiliki tempat dalam demokrasi dan harus dikutuk tanpa syarat." Bahkan Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodriguez turut menyatakan, "Kami mengutuk keras upaya serangan terhadap Presiden Donald Trump dan istrinya, Melania Trump."

Insiden yang mengguncang Washington ini menunjukkan betapa rentannya keamanan bahkan di acara berprofil tinggi. Seluruh tamu undangan dilaporkan selamat, dan agen Secret Service yang terluka kini dalam masa pemulihan. Aparat keamanan terus melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, sementara dunia terus mengamati dengan keprihatinan mendalam.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar