Kolombia Berdarah Jelang Pilpres: Bom Hantam, 7 Tewas!

Harimurti

Lintaswarta.co.id melaporkan, gelombang kekerasan kembali menyelimuti Kolombia. Sebuah serangan bom dahsyat mengguncang wilayah rawan konflik di barat daya negara itu pada Sabtu (25/4), menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. Insiden tragis ini terjadi hanya sebulan menjelang pemilihan presiden, menambah daftar panjang ketegangan yang membayangi proses demokrasi.

Berdasarkan laporan dari Agence France-Presse (AFP), ledakan mematikan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari eskalasi kekerasan yang terus meningkat di Kolombia dalam beberapa pekan terakhir. Situasi ini secara signifikan meningkatkan suhu politik menjelang kontestasi pilpres yang dijadwalkan bulan depan.

Kolombia Berdarah Jelang Pilpres: Bom Hantam, 7 Tewas!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Potret mengerikan yang beredar di media sosial menunjukkan skala kerusakan yang masif: bangunan hancur, kendaraan ringsek, dan sebuah kawah besar menganga di tengah jalan. Saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan kekuatan ledakan yang luar biasa, bahkan ada yang mengaku terlempar beberapa meter akibat gelombang kejutnya.

COLLABMEDIANET

Pihak berwenang Kolombia dengan cepat menuding kelompok pembangkang dari bekas gerilyawan FARC (Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia) sebagai dalang di balik serangkaian serangan ini. Meskipun FARC telah membubarkan diri setelah perjanjian damai, beberapa faksi pembangkang masih aktif dan terus melancarkan aksi kekerasan di beberapa wilayah.

Insiden ini bukan yang pertama dalam pekan ini. Sehari sebelumnya, Jumat (24/4), sebuah pangkalan militer di Cali juga menjadi sasaran serangan bom yang melukai dua personel. Rentetan peristiwa berdarah ini secara signifikan memperkeruh suasana menjelang pemilihan presiden pada 31 Mei mendatang, menempatkan isu keamanan sebagai agenda utama yang mendesak bagi para kandidat dan seluruh rakyat Kolombia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar