Lintaswarta.co.id melaporkan, kepanikan melanda warga Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa lalu, saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut. Guncangan dahsyat ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka di Kabupaten Sigi, yang berdekatan dengan pusat gempa.
Detik-detik mencekam terekam jelas dalam kamera pengawas (CCTV), menunjukkan bagaimana warga berhamburan keluar dari sebuah gereja. Mereka terlihat berlari menyelamatkan diri dengan wajah penuh ketakutan saat tanah berguncang hebat di bawah kaki mereka. Situasi serupa diperkirakan terjadi di banyak lokasi lain di Palu dan sekitarnya, dengan masyarakat yang spontan mencari tempat aman di ruang terbuka.
Data awal menyebutkan bahwa korban jiwa tunggal tersebut ditemukan di Kabupaten Sigi, daerah yang merasakan dampak signifikan dari gempa ini. Selain itu, delapan warga lainnya juga dilaporkan mengalami cedera, mulai dari luka ringan hingga sedang, dan kini sedang mendapatkan penanganan medis. Pihak berwenang masih terus melakukan pendataan untuk memastikan tidak ada korban tambahan serta mengidentifikasi potensi kerusakan infrastruktur.

Related Post
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) segera merilis analisis terkait gempa ini. Menurut BMKG, pusat gempa berada di darat, tepatnya 42 kilometer di tenggara Palu, Sulawesi Tengah. Kedalaman gempa yang relatif dangkal, yakni 10 kilometer, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan guncangan terasa begitu kuat dan memicu kepanikan massal di kalangan penduduk. Hingga kini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Peristiwa ini kembali mengingatkan akan kerentanan wilayah Sulawesi Tengah terhadap aktivitas seismik.









Tinggalkan komentar