lintaswarta.co.id melaporkan, insiden gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) telah menimbulkan duka mendalam. Seorang warga di Kabupaten Sigi dikonfirmasi meninggal dunia akibat bencana alam ini. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa pendataan dampak gempa masih terus berlangsung, menunjukkan peningkatan jumlah korban terdampak serta kerusakan infrastruktur di berbagai lokasi.
Abdul Muhari menjelaskan, korban jiwa tunggal tersebut berasal dari Kabupaten Sigi, yang juga tercatat sebagai area paling parah terdampak. Hingga laporan ini disusun, tercatat sekitar 110 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 312 jiwa merasakan langsung dampak gempa. Selain itu, 25 warga mengalami luka ringan, sementara 13 lainnya menderita luka berat yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Data sementara juga menunjukkan peningkatan signifikan pada kerusakan bangunan. Sedikitnya 67 unit rumah warga dilaporkan terdampak, dengan rincian 26 unit rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit mengalami kerusakan parah. Tidak hanya rumah, fasilitas publik dan infrastruktur vital juga ikut menjadi korban. Enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu-Sigi-Poso mengalami amblas dan kerusakan serius.

Related Post
Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan kerusakan terparah, mencatat 47 unit rumah terdampak, termasuk 23 rusak ringan, enam rusak sedang, dan 12 rusak berat. Di Sigi pula, enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu unit UMKM mengalami kerusakan. Sementara itu, di Kabupaten Poso, lima unit rumah terdampak dengan tiga di antaranya rusak ringan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sekitar 15 unit rumah terdampak. Kota Palu tidak luput dari dampak, dengan keretakan pada Jembatan III, satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha yang rusak. Pendataan di Kabupaten Donggala masih terus diintensifkan.
Aktivitas gempa susulan dilaporkan masih terus terjadi hingga sore hari. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pemerintah daerah terus memantau situasi terkini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, dan selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah serta BMKG demi keselamatan bersama. BNPB berkomitmen untuk terus memperbarui informasi mengenai penanganan dampak gempa bumi di Sulawesi Tengah secara berkala.







Tinggalkan komentar