lintaswarta.co.id – Sebuah insiden tragis menimpa layanan transportasi udara medis di lepas pantai Los Angeles, California, Amerika Serikat. Sebuah helikopter evakuasi medis dilaporkan jatuh ke laut pada Rabu (30/9/2026) malam waktu setempat, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan hilangnya satu orang dalam kecelakaan tersebut.
Peristiwa memilukan ini terjadi sesaat setelah helikopter tersebut lepas landas dari Pulau Catalina, sebuah destinasi wisata populer yang terletak sekitar 35 kilometer dari kawasan pelabuhan Los Angeles. Helikopter yang sedang menjalankan misi medis tersebut dilaporkan hilang kontak saat sedang menempuh perjalanan menuju daratan utama.
Pengawas Los Angeles County, Janice Hahn, memberikan konfirmasi awal mengenai kejadian tersebut melalui platform media sosial X. Ia menjelaskan bahwa helikopter medevac tersebut mengalami kecelakaan tak lama setelah meninggalkan Pulau Catalina. Saat ini, otoritas setempat tengah mengerahkan seluruh kekuatan untuk operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di area jatuhnya pesawat.

Related Post
"Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung secara intensif. Kami terus berdoa untuk keselamatan semua orang yang berada di dalam helikopter tersebut," ungkap Hahn dalam pernyataan resminya.
Berdasarkan laporan dari Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles County, kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.53 waktu setempat. Tim penyelamat segera dikerahkan ke titik koordinat jatuhnya helikopter setelah menerima laporan darurat dari warga dan otoritas pelabuhan.
Insinyur Pemadam Kebakaran Los Angeles County, Jonathan Torres, memberikan rincian mengenai jumlah korban dalam konferensi pers singkat kepada media lokal. Menurutnya, helikopter tersebut diketahui membawa lima orang pasien saat kejadian berlangsung. Dari jumlah tersebut, empat orang telah berhasil ditemukan oleh tim penyelamat.
"Dua orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit di daratan utama dalam kondisi stabil. Namun, satu orang lainnya masih belum ditemukan dan saat ini masih dalam proses pencarian intensif," jelas Torres sebagaimana dikutip dari laporan berita internasional.
Pihak REACH Air Medical Services, perusahaan penyedia layanan medis udara yang mengoperasikan helikopter tersebut, telah mengonfirmasi keterlibatan armada mereka dalam insiden maut ini. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian menggunakan berbagai peralatan canggih untuk menemukan satu korban yang masih hilang.
Insiden ini kembali memicu kekhawatiran mengenai standar keamanan penerbangan medis di wilayah California. Pasalnya, ini bukan kali pertama perusahaan REACH Air Medical Services terlibat dalam kecelakaan fatal. Pada Oktober 2025 lalu, sebuah helikopter milik perusahaan yang sama juga mengalami kecelakaan saat terbang di atas jalan raya California, yang mengakibatkan tiga orang luka kritis dan satu orang meninggal dunia.
Pihak berwenang kini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut, apakah disebabkan oleh kegagalan teknis, faktor cuaca ekstrem, atau kesalahan manusia (human error).







Tinggalkan komentar