Lintaswarta.co.id, Jakarta – Bank Mandiri kembali menunjukkan komitmennya sebagai pilar utama dalam penanganan bencana nasional. Melalui sinergi kuat dengan Danantara Indonesia serta dukungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Peduli, bank pelat merah ini mengerahkan ratusan Relawan Mandiri Tanggap Bencana ke berbagai wilayah di Sumatera yang terdampak musibah. Aksi cepat tanggap ini tidak hanya berfokus pada distribusi logistik, tetapi juga melibatkan pendampingan langsung oleh karyawan internal yang siap terjun ke garis depan.
Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri, mengungkapkan bahwa gelombang pertama relawan Mandirian, berjumlah 100 orang, telah diberangkatkan menuju Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Selatan pada 19 Desember 2025. Dengan semangat "Mandiri Peduli", mereka bergabung dengan lebih dari seribu relawan lainnya yang dikoordinasikan oleh Danantara Indonesia dan BUMN Peduli. "Kami bergerak cepat dan tanggap sebagai mitra strategis pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, khususnya di Aceh. Relawan kami adalah ujung tombak pendampingan langsung di lapangan, bukan sekadar penyalur bantuan," tegas Adhika dalam pernyataan resminya, Rabu (24/12/2025).
Tidak berhenti di situ, Bank Mandiri juga tengah mempersiapkan gelombang kedua Relawan Mandiri Tanggap Bencana. Mereka akan direkrut dari berbagai unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk anggota Mandiri Emergency Response Unit (Team MERU) dari Mandiri Club. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya percepatan respons kemanusiaan agar distribusi bantuan dan pendampingan dapat menjangkau lebih banyak warga dengan lebih merata. Uniknya, beberapa relawan yang diterjunkan memiliki rekam jejak panjang dalam penanganan bencana besar, seperti tsunami Aceh dan gempa bumi, tsunami, serta likuefaksi di Palu. Pengalaman berharga ini menjadi modal utama dalam mendukung efektivitas distribusi bantuan dan pendampingan psikososial di lokasi terdampak.

Related Post
Di garis depan, peran Relawan Mandiri Tanggap Bencana jauh melampaui sekadar distribusi logistik. Mereka memikul tanggung jawab penuh dalam mengoperasikan berbagai posko kunci, meliputi dapur umum, layanan kesehatan, pendidikan, hingga trauma healing. Di posko dapur umum, para relawan memastikan ketersediaan konsumsi harian bagi warga selama masa darurat. Untuk aspek kesehatan, mereka sigap membantu penyediaan obat-obatan dan alat medis esensial. Sementara itu, di posko pendidikan, relawan berupaya menjaga agar proses belajar anak-anak tetap berlangsung di tengah keterbatasan. Tak kalah penting, posko trauma healing dirancang untuk memberikan dukungan psikologis, melalui sosialisasi dan terapi, demi memulihkan kondisi mental serta mengembalikan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak.
Seluruh inisiatif kemanusiaan ini merupakan bagian integral dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri, yang secara konsisten mengukuhkan komitmennya di wilayah-wilayah rawan bencana. Pihak Bank Mandiri menyampaikan empati dan duka mendalam kepada seluruh korban, seraya menegaskan bahwa dukungan akan terus berlanjut dan disesuaikan dengan dinamika kondisi di lapangan.
Sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025, Bank Mandiri telah mengalokasikan dan menyalurkan lebih dari 82.000 paket bantuan kemanusiaan ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ini merupakan bagian dari respons berkelanjutan perseroan. Bahkan, pada 17 Desember 2025, Bank Mandiri kembali menyalurkan bantuan tambahan ke Aceh, yang menandai tahap ke-10 dari program Mandiri Tanggap Bencana. Bantuan tahap ini mencakup 9.000 paket, dengan rincian 5.000 paket untuk Aceh Tamiang, 2.000 paket untuk Aceh Selatan, dan 2.000 paket untuk Kabupaten Gayo Lues. Selain itu, 200.000 potong pakaian layak pakai juga telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak di ketiga provinsi tersebut.
Konsistensi dan kecepatan respons ini menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah yang tak hanya hadir, tetapi juga bergerak cepat dan memberikan dampak nyata dalam upaya pemulihan masyarakat di tengah cobaan bencana.









Tinggalkan komentar