lintaswarta.co.id, Jakarta – Sosok yang tak asing dalam dunia pergerakan buruh, Said Iqbal, kini resmi mengemban tugas baru sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Pelantikan bersejarah ini berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (8/6), menandai babak baru dalam perjalanan panjang Iqbal dari seorang aktivis menjadi pejabat publik. Posisi ini menjadi penugasan resmi pertamanya di pemerintahan setelah puluhan tahun mendedikasikan diri pada perjuangan hak-hak pekerja. Said Iqbal saat ini masih menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan juga Presiden Partai Buruh.
Lahir di ibu kota pada 5 Juli 1968, perjalanan Said Iqbal dimulai dari akar rumput. Ia mengawali kariernya sebagai seorang pekerja di sebuah perusahaan elektronik di Kabupaten Bekasi. Sejak tahun 1992, semangatnya untuk memperjuangkan hak-hak pekerja sudah terlihat jelas dengan keaktifannya dalam serikat pekerja di tempatnya bekerja. Latar belakang pendidikannya pun cukup mentereng; setelah lulus sebagai juara umum dari SMA Negeri 51 Jakarta pada 1987, ia melanjutkan studi D3 Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia, meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Jayabaya, dan menuntaskan pendidikan Magister Ekonomi di Universitas Indonesia.
Pasca-Reformasi 1998, Iqbal menjadi salah satu inisiator pendirian Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Di organisasi ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal dari tahun 1999 hingga 2006, sebelum akhirnya memegang tampuk kepemimpinan sebagai Presiden. Namanya semakin melambung tinggi ketika ia memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), sebuah payung besar yang menaungi berbagai federasi serikat pekerja dari beragam sektor industri. Keterlibatannya tidak hanya di kancah nasional, melainkan juga internasional, seperti menjadi Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC), anggota General Council International Trade Union Confederation (ITUC), hingga delegasi Indonesia dalam Konferensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Related Post
Selepas masa pandemi, Said Iqbal mulai merambah dunia politik dengan dilantiknya sebagai Presiden Partai Buruh pada 5 Oktober 2021, sembari tetap memimpin KSPI yang dikenal sebagai salah satu organisasi buruh terbesar di Indonesia. Selama memimpin gerakan buruh, Iqbal dikenal vokal dalam berbagai kampanye. Salah satu yang paling menonjol adalah kampanye Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah (HOSTUM) pada 2012-2013, yang diwarnai dengan aksi massa dan mogok kerja berskala luas. Ia juga merupakan motor penggerak Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) yang berhasil mendorong lahirnya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta program jaminan pensiun bagi para pekerja. Terkini, perannya krusial dalam perjuangan pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) yang baru saja disahkan.









Tinggalkan komentar