Gawat! Hamas Terbang ke Mesir, Gencatan Senjata Terancam?

Harimurti

Gawat! Hamas Terbang ke Mesir, Gencatan Senjata Terancam?

Lintaswarta.co.id, KAIRO – Delegasi tingkat tinggi Hamas tiba di Kairo, Mesir, pada Minggu (23/11/2025) untuk melakukan pembicaraan krusial terkait dugaan pelanggaran gencatan senjata di Gaza yang kembali memanas. Pejabat senior Hamas, Khalil al-Hayya, memimpin langsung delegasi ini.

Lintaswarta.co.id melansir dari Reuters, seorang sumber anonim dari Hamas mengungkapkan bahwa delegasi tersebut akan menyoroti "pelanggaran berkelanjutan yang dilakukan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata." Isu-isu penting seperti nasib pejuang Hamas yang terperangkap di Rafah, keberatan atas pelanggaran kesepakatan Sharm el Sheikh, serta urgensi pembukaan kembali perlintasan Rafah demi memfasilitasi kepulangan warga sipil yang mengungsi, akan menjadi fokus utama dalam perundingan.

Gawat! Hamas Terbang ke Mesir, Gencatan Senjata Terancam?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sumber lain dari Hamas menambahkan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menepis dalih Israel dalam melakukan tindakan sepihak, sekaligus menjaga momentum menuju fase kedua gencatan senjata. Diskusi juga akan menyentuh isu sensitif mengenai pemulihan jenazah warga Israel yang masih berada di Gaza, yang akan dikoordinasikan dengan Mesir dan Komite Palang Merah Internasional.

COLLABMEDIANET

Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat (AS) berperan sebagai mediator utama sejak gencatan senjata diberlakukan bulan lalu. Delegasi Hamas dijadwalkan bertemu dengan kepala intelijen Mesir, Hassan Rashad, untuk membahas rencana pembentukan pasukan internasional sesuai kesepakatan, termasuk komposisi dan mandatnya di Gaza.

Kunjungan ini terjadi setelah akhir pekan yang diwarnai dengan peningkatan kekerasan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa militer Israel telah menewaskan lima anggota senior Hamas setelah seorang pejuang dilaporkan menyusup ke wilayah Israel dan menyerang tentara.

Sementara itu, pejabat kesehatan Gaza melaporkan bahwa setidaknya 20 orang tewas dalam serangan udara Israel pada hari yang sama. Militer Israel juga mengklaim bahwa seorang komandan Hamas lokal termasuk di antara korban tewas.

Hamas membantah klaim Israel bahwa mereka telah memberi tahu utusan AS, Steve Witkoff, bahwa gencatan senjata telah berakhir. Anggota biro politik Hamas, Izzat al-Rishq, menegaskan bahwa pernyataan Israel "sepenuhnya salah" dan mendesak para mediator, termasuk Washington, untuk menekan Israel agar mematuhi perjanjian. Ia juga menuntut Israel untuk mengungkap identitas pria bersenjata yang dituduh dikirim oleh Hamas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar