Lintaswarta.co.id, Gaza – Serangan udara Israel kembali menghantam Jalur Gaza, Rabu (19/11/2025), menewaskan setidaknya 10 warga Palestina. Otoritas kesehatan setempat mengkonfirmasi bahwa serangan tersebut menyasar beberapa wilayah di kantong yang dikuasai Hamas.
Menurut laporan petugas medis di lapangan, dua korban jiwa jatuh di pinggiran Shejaia, sebelah timur Kota Gaza, sementara empat lainnya tewas dalam serangan terpisah di pinggiran Zeitoun yang berdekatan. Serangan ketiga dilaporkan menewaskan dua warga Palestina di daerah Mawasi, Khan Younis barat.
Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap tembakan yang dilakukan oleh anggota kelompok militan Palestina terhadap pasukan mereka. Israel menuding Hamas melanggar gencatan senjata yang telah berlangsung selama hampir enam minggu. Pihak Israel juga mengklaim tidak ada korban luka di pihak mereka.

Related Post
Rentetan insiden penembakan ini semakin memperlihatkan betapa rapuhnya gencatan senjata yang ada. Baik Israel maupun Hamas saling menyalahkan atas pelanggaran gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat. Gencatan senjata ini merupakan tahap awal dari rencana 20 poin yang digagas oleh Presiden Donald Trump untuk rekonstruksi Gaza pasca-perang. Situasi di Gaza masih sangat tegang dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih besar.








Tinggalkan komentar