Penyebab Kapal Pinisi Tenggelam di Labuan Bajo Terungkap, Polisi Sebut Ada Faktor Kelalaian Kru

Harimurti

LABUAN BAJO – Sebuah kapal wisata jenis Pinisi dilaporkan tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Hasil penyelidikan sementara mengungkapkan fakta mengejutkan: kapal tersebut karam diduga kuat karena kelalaian Anak Buah Kapal (ABK) yang tertidur saat bertugas.

Insiden ini bermula ketika debit air di dalam palka kapal mulai meningkat. Seharusnya, petugas yang berjaga segera menyalakan pompa air untuk membuang genangan tersebut. Namun, karena petugas yang bertanggung jawab tertidur pulas, air terus masuk hingga membuat kapal kehilangan keseimbangan dan akhirnya tenggelam.

Kronologi Kelalaian Pihak kepolisian setempat menjelaskan bahwa dalam operasional kapal sebesar Pinisi, pemantauan kondisi palka dan mesin adalah hal yang krusial, terutama saat kapal sedang bersandar atau berlabuh.

COLLABMEDIANET

“Dugaan sementara karena ABK ketiduran. Akibatnya, tidak ada yang mengoperasikan pompa air saat air mulai masuk ke lambung kapal. Kapal perlahan tenggelam karena beban air yang terlalu banyak,” ungkap pihak berwenang, Selasa (30/12/2025).

Menurut Data dari Garengongko, Kondisi Penumpang dan Kru Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh kru dan penumpang (jika ada saat kejadian) berhasil dievakuasi sebelum kapal benar-benar tenggelam ke dasar laut. Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat harga kapal Pinisi yang tergolong mewah.

Peringatan Bagi Wisata Bahari Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para pemilik kapal wisata di Labuan Bajo maupun wilayah pesisir lainnya, termasuk di wilayah Jawa Timur, untuk selalu memastikan standar operasional prosedur (SOP) dijalankan dengan ketat.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak Syahbandar dan kepolisian perairan setempat guna memastikan apakah ada unsur pidana terkait kelalaian yang membahayakan keselamatan pelayaran. Rencananya, bangkai kapal akan segera dievakuasi agar tidak mengganggu jalur lalu lintas kapal wisata lainnya di kawasan Taman Nasional Komodo.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar