Peringatan Natal & Tahun Baru: Turki Hancurkan Jaringan ISIS!

Harimurti

Peringatan Natal & Tahun Baru: Turki Hancurkan Jaringan ISIS!

Lintaswarta.co.id — Sebuah operasi intelijen dan keamanan besar-besaran yang dilancarkan otoritas Turki berhasil menggagalkan rencana serangan teror yang diinisiasi oleh kelompok teroris Islamic State (ISIS) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Lebih dari seratus tersangka anggota ISIS telah ditangkap dalam serangkaian penggerebekan di berbagai wilayah.

Kantor Kejaksaan Agung Istanbul mengonfirmasi bahwa penggerebekan masif dilakukan di 124 lokasi berbeda di seluruh metropolis tersebut. Dari lokasi-lokasi ini, aparat menyita sejumlah besar senjata api, amunisi, serta berbagai "dokumen organisasi" yang mengindikasikan perencanaan serangan. Pihak berwenang Turki menyatakan bahwa para pendukung ISIS telah secara aktif merancang plot serangan di berbagai penjuru Turki sepanjang minggu ini, dengan target utama komunitas non-Muslim.

Peringatan Natal & Tahun Baru: Turki Hancurkan Jaringan ISIS!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sebanyak 115 individu telah ditahan, namun aparat keamanan masih terus memburu 22 tersangka lainnya yang diduga kuat memiliki koneksi dengan sel-sel ISIS di luar negeri. Hal ini menyoroti jangkauan internasional dari jaringan teror yang berupaya menyerang Turki.

COLLABMEDIANET

Operasi penumpasan ini juga bertepatan dengan keberhasilan agen intelijen Turki dua hari sebelumnya di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Dalam operasi tersebut, seorang warga negara Turki yang diyakini memegang posisi kunci dalam sayap ISIS di kawasan itu berhasil ditangkap. Ia menghadapi tuduhan serius terkait perencanaan serangan terhadap warga sipil.

Dinas keamanan Turki memang dikenal secara konsisten menargetkan individu-individu yang dicurigai berafiliasi dengan ISIS. Lokasi geografis Turki yang berbatasan langsung sepanjang 900 kilometer dengan Suriah, di mana kelompok teroris ini masih mempertahankan kehadirannya di beberapa wilayah, menjadikan upaya ini sangat krusial.

Di tengah upaya global, Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, yang dikenal memiliki kedekatan dengan Ankara, telah menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dalam upaya memberantas sisa-sisa elemen ISIS yang masih aktif.

Komitmen ini juga sejalan dengan respons tegas dari Amerika Serikat, yang baru-baru ini melancarkan serangkaian serangan udara terhadap markas ISIS di Suriah. Aksi militer AS ini merupakan balasan atas insiden mematikan awal bulan ini, di mana tiga warga Amerika—termasuk dua tentara dan seorang penerjemah sipil—tewas dalam penyergapan yang dilakukan oleh anggota ISIS.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar