Perombakan Direksi Telkom dan Nasib Anak Usaha

Harimurti

Perombakan Direksi Telkom dan Nasib Anak Usaha

lintaswarta.co.id – Raksasa telekomunikasi Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, baru saja melakukan langkah besar dengan merombak jajaran direksi perusahaan. Perubahan struktur kepemimpinan ini memicu berbagai pertanyaan di kalangan pelaku pasar, terutama mengenai kelanjutan strategi perampingan atau streamlining anak usaha yang tengah dijalankan oleh manajemen sebelumnya.

Perubahan paling mencolok terjadi pada kursi Direktur Utama. Nanang Hendarno kini resmi menakhodai Telkom, menggantikan Dian Siswarini yang telah menjabat sejak Mei 2025. Pergantian ini bukan sekadar rotasi biasa, melainkan momentum krusial di tengah ambisi Telkom untuk melakukan efisiensi besar-besaran melalui penyederhanaan struktur organisasi perusahaan.

Perombakan Direksi Telkom dan Nasib Anak Usaha
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menanggapi kekhawatiran publik mengenai nasib proyek perampingan pasca-pergantian nakhoda, pihak manajemen menegaskan bahwa transisi ini tidak akan mengganggu stabilitas operasional maupun rencana strategis yang sudah disusun. Direktur Strategic Business Development & Portofolio Telkom, Seno Soemadji, menyatakan bahwa proses perampingan ini berjalan secara transparan dan sistematis.

COLLABMEDIANET

"Terkait dengan streamlining, jika ditanya mengenai dampaknya, seharusnya hampir tidak ada. Hal ini dikarenakan sistem yang digunakan sangat transparan, bahkan di tengah adanya pergantian direksi," ujar Seno saat memberikan keterangan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di kantor pusat Telkom, Rabu (30/9/2026).

Seno menjelaskan bahwa Telkom telah memiliki kerangka kerja (framework) yang sangat matang. Dengan adanya panduan yang jelas, seluruh proses efisiensi akan tetap berjalan sesuai jalur tanpa terhambat oleh perubahan personel di tingkat atas. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap keputusan strategis tetap konsisten dengan visi jangka panjang perusahaan.

Sejauh ini, agenda perampingan Telkom telah membuahkan hasil yang signifikan. Dari total 58 perusahaan anak yang dimiliki, Telkom telah menutup 24 perusahaan. Target akhirnya adalah menyisakan 18 perusahaan inti yang dianggap paling produktif dan strategis. Seno menambahkan bahwa manajemen menargetkan 19 perusahaan akan ditutup pada kuartal keempat (Q4) tahun ini. Sementara itu, tujuh perusahaan sisanya diprediksi akan dieksekusi pada tahun 2027, mengingat prosesnya akan melibatkan aktivitas divestasi.

Divestasi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Manajemen ingin memastikan bahwa nilai (value) dari setiap unit bisnis telah dioptimalkan secara maksimal sebelum akhirnya dilepas atau digabungkan. Langkah ini dianggap sebagai cara paling bijak untuk menjaga kepentingan pemegang saham dan kesehatan finansial grup Telkom.

Selain posisi Direktur Utama, beberapa posisi kunci lainnya juga mengalami pergeseran. Budi Satria Dharma Purba kini dipercaya menjabat sebagai Direktur Network, menggantikan Nanang Hendarno. Sementara itu, Radita Ali Putra mengambil alih tanggung jawab sebagai Direktur Wholesale & International Service. Di sektor teknologi, Kharim I.G Siregar resmi menjabat sebagai Direktur IT Digital menggantikan Faizal Rochmad Djoemad.

Berikut adalah daftar lengkap jajaran direksi terbaru Telkom:

  • Direktur Utama: Nanang Hendarno
  • Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
  • Direktur Human Capital Management: Willy Saelan
  • Direktur IT Digital: Kharim I.G Siregar
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
  • Direktur Network: Budi Satria Dharma Purba
  • Direktur Strategic Business Development & Portofolio: Seno Soemadji
  • Direktur Wholesale & International Service: Radita Ali Putra
  • Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar