Lintaswarta.co.id, Jakarta – Industri asuransi Indonesia menunjukkan geliat positif dengan pertumbuhan premi yang terus meningkat. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga September 2025, pendapatan premi asuransi komersial mencapai Rp246,34 triliun, tumbuh 0,38% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menjadi sorotan dalam acara Road to CNBC Indonesia Awards 2025 "Best Insurance", yang diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja sektor asuransi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Meskipun premi asuransi jiwa mengalami kontraksi sebesar 2,06% dengan nilai Rp132,85 triliun, premi asuransi umum dan reasuransi justru melonjak 3,38% menjadi Rp113,49 triliun.
Lintaswarta.co.id, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara, menekankan pentingnya menjaga relevansi dan inovasi layanan asuransi agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga menyoroti perlunya fokus pada belanja pemerintah sebagai salah satu pendorong pertumbuhan.

Related Post
Lebih lanjut, DAI terus berupaya meningkatkan tata kelola bisnis asuransi. Yulius Bhayangkara berharap pemerintah dapat mendukung integrasi ekosistem asuransi dengan sektor bisnis lainnya. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dan memperluas jangkauan layanan asuransi.
Lintaswarta.co.id, Dalam dialog bersama CNBC Indonesia, Yulius Bhayangkara menjelaskan strategi DAI dalam memastikan pertumbuhan bisnis asuransi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara industri asuransi, pemerintah, dan sektor bisnis lainnya untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan berkelanjutan.








Tinggalkan komentar