Lintaswarta.co.id melaporkan, Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk/SRAJ) semakin memantapkan komitmennya dalam mentransformasi layanan ortopedi di Indonesia. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan simposium internasional bertajuk "Global Best Practices in Advancing Total Knee Replacement", yang bertujuan mengintegrasikan standar global operasi lutut ke ranah domestik.
Bekerja sama dengan mitra strategis Johnson & Johnson MedTech South East Asia, acara prestisius ini digelar di Grand Ballroom Kempinski Hotel, Jakarta. Simposium ini berhasil menghimpun para pakar dan subspesialis ortopedi terkemuka dari tiga benua dan empat negara, meliputi Amerika Serikat, India, Singapura, dan Indonesia. Kolaborasi lintas negara ini menjadi penegasan Mayapada Healthcare untuk menghadirkan layanan ortopedi yang lebih presisi, personal, dan berstandar internasional di seluruh jaringan Mayapada Hospital.

Meskipun permintaan akan layanan ortopedi, khususnya untuk osteoartritis, terus melonjak di berbagai kelompok usia di Indonesia, masih banyak pasien yang memilih berobat ke luar negeri. Simposium ini hadir untuk menjawab kondisi tersebut dengan menghadirkan praktik terbaik dunia, sehingga dapat diakses lebih mudah di Indonesia. Agenda simposium meliputi diskusi mendalam mengenai prosedur Total Knee Replacement (TKR) yang kompleks, termasuk penanganan kasus deformitas lutut dengan teknologi robotik, perkembangan desain implan modern, hingga optimalisasi proses pemulihan pasien melalui penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) yang inovatif. Protokol ini melibatkan sinergi lintas disiplin, mulai dari ortopedi, anestesi, rehabilitasi medik, hingga nutrisi klinik, menjanjikan pemulihan yang lebih cepat, durasi rawat inap yang lebih singkat, dan peningkatan pengalaman perawatan pasien secara menyeluruh.

Related Post
Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menegaskan bahwa simposium ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan bagian integral dari strategi berkelanjutan untuk membawa inovasi global ke dalam negeri, guna meningkatkan daya saing layanan kesehatan nasional.
"Dengan menghadirkan kolaborasi internasional, kami ingin memastikan pasien di Indonesia dapat merasakan standar perawatan ortopedi terbaik dunia tanpa harus ke luar negeri. Ini adalah komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi dan kualitas layanan setara global, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan berstandar dunia melalui dukungan teknologi canggih, tim multidisiplin, dan jejaring internasional," ungkap Navin dalam keterangan resminya, Selasa (14/4/2026).
Inovasi teknologi dalam operasi penggantian sendi lutut menjadi salah satu poin krusial yang disoroti dalam simposium. Prof. DR. dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT(K), menyampaikan bahwa kemajuan teknologi telah mendorong perubahan signifikan dalam tindakan Total Knee Replacement, menjadikan prosedur semakin presisi berkat dukungan sistem berbasis robotik. "Hal ini memungkinkan tindakan yang lebih akurat sekaligus mendukung proses pemulihan pasien yang lebih optimal," ujarnya.
Pernyataan tersebut diamini oleh Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD (LUMC, NL), PhD (UGM, ID), Sp.OT(K), FICS, seorang pakar ortopedi kelas dunia yang turut berperan dalam pengembangan teknologi terkini, termasuk sebagai salah satu perancang teknologi robotik di Amerika Serikat. Beliau menekankan bahwa standar modern dalam ortopedi tidak lagi semata-mata mengukur keberhasilan operasi, melainkan juga kualitas pemulihan pasien. "Pasien tidak lagi hanya mencari hasil operasi yang baik, tetapi juga pemulihan yang cepat dan minim nyeri. Dengan teknologi seperti VELYS™ Robotic-Assisted Solution serta desain implan yang tepat, kita dapat memberikan hasil yang lebih konsisten dan optimal bagi pasien," terangnya.
Di sisi lain, Brigjen TNI dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT(K), menggarisbawahi urgensi pendekatan kolaboratif dalam praktik ortopedi modern. "Praktik ortopedi modern senantiasa meningkatkan kolaborasi tim multidisiplin agar pasien bisa pulih lebih cepat, dengan melibatkan berbagai spesialis dalam menentukan penanganan terbaik. Pendekatan ini terbukti meningkatkan akurasi diagnosis serta hasil klinis pasien, terutama pada kasus-kasus kompleks," jelasnya.
Perspektif global juga disampaikan oleh Kevin Perry, MD dari Mayo Clinic USA, yang menekankan signifikansi kualitas implan dalam prosedur operasi sendi lutut. Di Amerika Serikat, pihaknya menyaksikan peningkatan signifikan kasus penggantian sendi lutut, termasuk pada pasien usia lebih muda yang tetap aktif. Dalam konteks ini, desain implan menjadi sangat krusial, tidak hanya untuk keberhasilan operasi, tetapi juga untuk daya tahan, stabilitas, dan fungsi sendi jangka panjang. "Evolusi desain implan modern memungkinkan pendekatan yang lebih personal sesuai anatomi pasien, dan ketika dikombinasikan dengan teknologi seperti robotic-assisted surgery, presisi serta konsistensi outcome semakin meningkat. Pendekatan ini juga telah menjadi fokus di Mayapada Hospital, yang didukung oleh VELYS™ Robotic-Assisted Solution sebagai bagian dari praktik ortopedi modern untuk mencapai hasil klinis optimal dan pemulihan yang lebih cepat," ujarnya.
Senada, Dr. Liow Ming Han Lincoln, Consultant Orthopaedic Surgeon (Adult Reconstruction) Singapore General Hospital, menjelaskan bahwa pengalaman awal penggunaan VELYS™ Robotic-Assisted Solution untuk prosedur penggantian sendi lutut parsial (Unicompartmental Knee Arthroplasty) di Asia Tenggara telah menunjukkan peningkatan presisi dan konsistensi hasil klinis yang menjanjikan. "Ini menjadi langkah penting dalam mendorong standar ortopedi yang lebih maju di kawasan," ungkapnya.
Dr. Prof. Rajesh Malhotra dari Apollo Hospital New Delhi juga menyoroti pentingnya sinergi dan konsistensi kualitas dalam penanganan operasi sendi yang kompleks. Ia mengungkapkan, pihaknya tengah menangani banyak kasus osteoartritis dan deformitas lutut kompleks yang membutuhkan pendekatan terstruktur dengan presisi tinggi. "Pengalaman dalam jumlah kasus yang besar, didukung teknologi yang tepat serta pendekatan tim multidisiplin, menjadi kunci untuk menghasilkan outcome yang konsisten. Dalam ortopedi, hasil terbaik tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan operasi, tetapi juga oleh konsistensi dalam seluruh proses perawatan, mulai dari presisi tindakan, alur klinis yang terintegrasi, hingga kualitas keperawatan sebagai satu sistem," kata Rajesh.
Dirinya menambahkan, pendekatan ini esensial untuk memastikan hasil klinis yang optimal, pemulihan yang lebih cepat, serta pengalaman perawatan yang lebih baik bagi pasien. Pada akhirnya, kolaborasi semacam ini berperan penting dalam meningkatkan standar layanan antarnegara. "Inisiatif Mayapada Hospital melalui simposium ini menjadi cerminan nyata dari praktik terbaik ortopedi global," ucapnya.
Sebagai bagian dari rangkaian MAYAPADA INSPIRE (Mayapada International Networks for Surgical Practice, Innovation, and Robotic Excellence), yaitu program alih pengetahuan dan sinergi keahlian (proctorship), simposium ini menghadirkan para ahli ortopedi terkemuka dunia, termasuk Prof. Dr. dr. Dwikora Novembri Utomo dari Mayapada Hospital Surabaya; Prof. Nicolaas C. Budhiparama dan Brigjen TNI dr. Sunaryo Kusumo dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan; Kevin Perry, MD dari Mayo Clinic USA; Dr. Liow Ming Han Lincoln dari Singapore General Hospital; serta Dr. Prof. Rajesh Malhotra dan Dr. Ratnakar Rao dari Apollo Hospital New Delhi dan Hyderabad.
Lebih jauh, Mayapada Healthcare berkomitmen penuh untuk menghadirkan layanan ortopedi yang unggul. Sepanjang tahun 2025, Mayapada Healthcare akan terus memantapkan kapabilitas tim dokter ortopedi mereka melalui serangkaian lima program proctorship bersama para ahli ortopedi internasional. Tonggak penting juga telah dicapai dengan keberhasilan melakukan tindakan Total Knee Replacement pertama di Jawa Timur dan Indonesia Timur menggunakan teknologi VELYS™ Robotic-Assisted Solution. Tak berhenti di situ, Mayapada Healthcare akan terus mengembangkan Orthopedic Center sebagai pusat keunggulan (Center of Excellence) berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia, melalui pendekatan multidisiplin, adopsi teknologi canggih, serta penerapan protokol ERAS guna mendukung pemulihan yang lebih cepat dan hasil klinis yang lebih optimal.









Tinggalkan komentar