lintaswarta.co.id – Kawasan wisata populer Phuket di Thailand tengah bersiap menghadapi gelombang kedatangan ribuan personel militer Amerika Serikat. Langkah ini menyusul rencana sandarnya kapal induk raksasa USS George HW Bush yang dijadwalkan tiba dalam waktu dekat. Kehadiran armada tempur kelas dunia ini menjadi sorotan tajam, mengingat ini merupakan kali kedua dalam waktu singkat kapal induk AS singgah di Negeri Gajah Putih.
Kapal induk USS George HW Bush (CVN-77) tersebut diketahui telah memulai perjalanannya sejak akhir Maret 2026 setelah bertolak dari pangkalan Norfolk, Virginia. Sebelumnya, armada tempur yang sangat kuat ini telah dikerahkan ke wilayah Laut Arab untuk menjalankan misi strategis di tengah memanasnya tensi konflik antara Amerika Serikat dengan Iran. Setelah merampungkan berbagai operasi militer di kawasan Timur Tengah, kapal ini kini diarahkan menuju perairan Thailand.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, kunjungan tersebut direncanakan berlangsung mulai tanggal 4 hingga 9 Oktober mendatang. Menanggapi skala kedatangan yang masif, otoritas keamanan setempat telah mengambil langkah antisipatif. Pihak kepolisian Thailand dilaporkan telah melakukan pertemuan strategis dengan perwakilan atase pertahanan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Selasa (29/9).

Related Post
Pertemuan tersebut fokus pada koordinasi keamanan serta pengaturan teknis selama para pelaut berada di daratan Thailand. Selain menjamin keselamatan personel, pemerintah Thailand juga memberikan penekanan khusus mengenai aturan hukum yang berlaku. Otoritas setempat secara tegas mengimbau agar seluruh personel militer AS tetap menjaga kedisiplinan dan menghormati norma serta hukum yang berlaku di Thailand selama masa kunjungan mereka.
Fenomena bersandarnya kapal induk AS ini sebenarnya bukan yang pertama dalam waktu dekat. Hanya berselang satu bulan sebelumnya, kapal induk USS Abraham Lincoln juga telah melakukan kunjungan serupa dengan bersandar di kawasan Pattaya, Chon Buri. Kapal tersebut juga membawa sekitar 5.000 personel angkatan laut yang turut memadati kawasan tersebut.
Menariknya, meskipun kehadiran armada militer berskala besar ini membawa nuansa ketegangan geopolitik, dampak yang dirasakan oleh masyarakat lokal justru sangat positif dari sisi ekonomi. Kehadiran ribuan tentara asing ini menjadi magnet bagi sektor pariwisata dan jasa di sekitar pelabuhan.
Wali Kota Pattaya bahkan mengungkapkan bahwa kunjungan kapal induk sebelumnya telah memberikan suntikan dana yang luar biasa bagi ekonomi lokal. Diperkirakan, perputaran uang dari aktivitas para personel tersebut mampu mencapai angka 100 juta baht atau setara dengan Rp 53,3 miliar. Dengan pola yang sama, kedatangan USS George HW Bush di Phuket diprediksi akan kembali menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi sektor pariwisata Thailand.









Tinggalkan komentar