Gencatan Senjata Gaza: Israel Langgar Janji? 282 Insiden!

Harimurti

Gencatan Senjata Gaza: Israel Langgar Janji? 282 Insiden!

Lintaswarta.co.id Jakarta – Sebulan berlalu sejak gencatan senjata dideklarasikan di Gaza, namun dentuman ledakan masih menjadi "simfoni" yang memilukan. Data dari Kantor Media Pemerintah di Gaza mengungkap fakta mencengangkan: Israel diduga melanggar kesepakatan sebanyak 282 kali hanya dalam rentang 10 Oktober hingga 10 November.

Pelanggaran tersebut meliputi 124 pengeboman, 88 penembakan terhadap warga sipil, 12 penyerbuan ke permukiman, dan 52 penghancuran properti. Ironisnya, 23 warga Palestina juga ditahan selama periode yang seharusnya damai ini. "Israel tak hanya menyerang secara militer, tetapi juga menahan bantuan vital dan menghancurkan infrastruktur sipil," tegas lembaga tersebut, seperti dikutip Lintaswarta.co.id dari Al Jazeera.

Gencatan Senjata Gaza: Israel Langgar Janji? 282 Insiden!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Gencatan senjata ini bermula dari proposal 20 poin yang digagas Amerika Serikat (AS) pada 29 September, dengan tujuan menghentikan perang, membebaskan tawanan, dan membuka akses penuh bagi bantuan kemanusiaan. Namun, kesepakatan ini dirancang tanpa melibatkan Palestina secara langsung dan ditandatangani secara simbolis pada 13 Oktober di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. Kejanggalan muncul karena Israel dan Hamas absen dalam penandatanganan, menimbulkan keraguan akan efektivitasnya.

COLLABMEDIANET

Analisis media menunjukkan bahwa Israel menyerang Gaza 25 dari 31 hari terakhir, menyisakan hanya enam hari tanpa laporan kematian atau cedera. Sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, 242 warga Palestina tewas dan 622 lainnya terluka, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina. Serangan paling mematikan terjadi pada 19 dan 29 Oktober, dengan total korban mencapai 154 jiwa. Di Rafah, serangan udara Israel bahkan merenggut nyawa 109 orang, termasuk 52 anak-anak.

Salah satu poin krusial dalam gencatan senjata adalah pengiriman bantuan kemanusiaan secara penuh ke Gaza. Namun, realitas di lapangan jauh dari harapan. Menurut Program Pangan Dunia (WFP), hanya separuh dari kebutuhan pangan yang berhasil masuk. Data UN 2720 mencatat bahwa baru 3.451 truk bantuan yang tiba hingga awal November, jauh di bawah target 600 truk per hari.

Di tengah serangan yang terus berlangsung, sebagian kesepakatan gencatan senjata tetap berjalan. Pada 13 Oktober, Hamas membebaskan 20 tawanan Israel dengan imbalan 250 tahanan dan 1.700 warga Palestina yang hilang. Hamas juga telah mengembalikan 24 dari 28 jenazah tawanan Israel, sementara Israel menyerahkan kembali 300 jenazah warga Palestina, banyak di antaranya menunjukkan tanda-tanda penyiksaan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar